Botol Bekas Dimanfaatkan Mahasiswa KKN UPGRIS untuk Vertical Garden


Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengajak Siswa-siswi SDN Rejosari 02 memanfaatkan botol bekas menjadi Vertical Garden, Kamis (6/2/2020).

Vertical Garden atau yang disebut dengan Dinding Hidup adalah metode bercocok tanam secara vertikal dengan menggunakan lahan yang sempit dan terbatas.  

Vertical Garden ini dilakukan di halaman sekolah SDN Rejosari 02 yang diikuti oleh Siswa-siswi kelas 4 dan 5 dengan jumlah 62 peserta. Siswa-siswi dibagi menjadi 6 kelompok, di mana setiap kelompok berisi 6 peserta yang dipandu oleh 2 mahasiswa KKN.

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa-siswi SDN Rejosari 02 untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pemanfaatan botol bekas, karena pada hakikatnya botol plastik sulit terurai dan membutuhkan waktu yang lama. Sehingga perlu adanya suatu inovasi dalam pengolahan botol bekas menjadi sesuatu yang baru. Dalam pembuatan Vertical Garden tidak memerlukan biaya yang cukup banyak. 

Kita hanya perlu menyadiakan botol bekas, tanah, pupuk kompos, dan tanaman. Tanaman yang digunakan juga merupakan tanaman yang mudah dalam perawatannya, seperti krokot, adam hawa, dan berbagai jenis tumbuhan lainnya.

Proses pembuatan Vertical Garden berawal dari memotong bagian atas botol yang berfungsi untuk memasukkan tanah dan tumbuhan yang akan di tanam.  Setelah itu, botol tersebut diberi lubang di bagian bawah yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya air dari tempat satu ke tempat lainnya. 

Botol bekas yang sudah siap, selanjutnya diisi dengan tanah dan tanam tumbuhan yang ingin ditanam. Siapkan tali untuk mengikat antara botol satu dengan botol lainnya. Setelah semuanya selesai, botol bekas yang sudah diisi dengan tanaman siap untuk digantung pada dinding-dinding.

Dengan diadakannya kegiatan ini, mampu menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan khususnya bagi anak-anak. Ujar salah satu guru di SD tersebut. 

Program Vertical Garden yang diusung oleh mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang di Kelurahan Rejosari disambut dengan baik oleh masyarakat khususnya di SDN Rejosari 02, karena kurangnya ketersediaan lahan untuk penanaman tumbuhan sehingga menjadikan program tersebut sangat berguna untuk kedepannya.

Dengan adanya Vertical Garden diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli pada lingkungan dan tidak menjadikan alasan untuk tidak melakukan kegiatan penanaman tumbuhan karena kurangnya lahan yang memadai. Karena kegiatan ini dapat dilakukan menggunakan barang-barang bekas dan lahan yang minim.


Sumber: Ayosemarang.com

Comments

Popular posts from this blog

Lagi, Densus 88 Menangkap Seorang yang Diduga Sebagai Teroris

Misbakhun Mengajukan PK Kepada MA Untuk Mendapatkan Keadilan

Apa KPK Akan Mengusut Tuntas Skandal Century?