Bara Minta Pertanggungjawaban Elite Politik yang Sebabkan Kericuhan 22 Mei
Elite politik yang membuat narasi ketidakpercayaan terhadap KPU, Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan memiliki andil dalam kericuhan 22 Mei.
Kericuhan yang sudah menyebabkan 8 orang tewas, Bara ingin elite politik bertanggung jawab yang sebelumnya sudah menyebarkan kebencian terhadap KPU, Bawaslu dan MK.
"Ini menyebar distrust, ketidakpercayaan terhadap institusi-institusi publik seperti KPU, Mahkamah Konstitusi (MK) dan Bawaslu mereka juga harus bertanggung jawab," kata Bara di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (27/5/2019).
Disebutkan oleh Bara bahwa elite politik yang sudah menyebarkan kebencian terhadap penyelenggara pemilu tidak memiliki dasar atau fakta yang kuat dalam menyebar narasinya. Dan hal inilah yang membuat ratusan orang melakukan aksi di depan Gedung Bawaslu 21-22 Mei 2019.
"Jadi apa yang mereka lakukan selama ini, atau kejadian minggu lalu itu tidak bisa dipisahkan dari retorika narasi yang selalu dikembangkan dan ditekankan oleh para elite itu yang menekankan kepada kebencian dan juga kekerasan dan juga tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar, klaim-klaim yang tidak disertai bukti-bukti yang kuat," tuturnya.
Meski demikian, Bara enggan menyebut elite politik yang menyebar narasi kebencian. Bara hanya mengingatkan mereka agar bertanggung jawab.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment